Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-05 01:51:14【Resep】345 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(2618)
Artikel Terkait
- Petugas PPSU bersihkan sisa puing kebakaran rumah di Utan Kayu Selatan
- Ketua PWI Pusat ingatkan wartawan terapkan kode etik dalam pemberitaan
- Dompet Dhuafa salurkan bantuan untuk warga Palestina di Yordania
- Festival sapi di Jember jadi solusi ketergantungan impor daging
- CP Group Thailand yakin pada pasar China yang luas dan terbuka
- Pameran tunggal Nyoman Bratayasa, hadirkan patung berusia dua abad
- Melihat dapur SPPG Polda Kalsel yang inovatif
- Menkomdigi ungkap ada gim online yang disusupi jaringan teroris
- SPPG Polresta Pati minta maaf atas kendala distribusi MBG
- Puluhan calon relawan SPPG di OKU jalani tes kesehatan
Resep Populer
Rekomendasi

Memberdayakan petani lokal di SPPG Angsau Dua

FAO beri penghargaan pada Sistem Warisan Pertanian Global

BGN: Baru10 SPPG di Lebak memiliki SLHS, ditunggu akhir November

Dokter nyangakan definisi label "sehat" pada kemasan ngak jelas

Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG

Siswa penerima MBG di Jateng sampaikan pesan bercara unik ke Presiden

1.281 KK terdampak banjir yang menerjang dua desa di Lumajang

Kemarin, tambang ilegal hutan Sekotong dan insentif guru honorer naik