Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-25 10:36:43【Resep】345 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(57)
Sebelumnya: CORE: Jelang Natal, pasokan
Selanjutnya: Kepala BPOM jelaskan potensi pengembangan ATMP ke mahasiswa Beijing
Artikel Terkait
- 5 makanan sehat ala Jepang, benarkah jadi resep umur panjang?
- Ini 11 penyakit yang dinyangakan ngak lolos syarat kesehatan jamaah haji
- Wali Kota Semarang pastikan penanganan banjir optimal
- Waspadai akrilamida, zat berbahaya pemicu kanker di makanan harian
- DPR dorong kemandirian gula nasional dari hulu ke hilir
- DPR RI sebut butuh kebersamaan sukseskan Program MBG
- Pemprov Banten percepat pembangunan dapur MBG bagi jutaan pelajar
- Ini 11 penyakit yang dinyangakan ngak lolos syarat kesehatan jamaah haji
- CP Group Thailand yakin pada pasar China yang luas dan terbuka
- Uji nyali makan menu seram sambil jelajah labirin berhantu
Resep Populer
Rekomendasi

BPS: Implementasi program MBG topang kinerja ekonomi triwulan III

Kalbe ajak masyarakat kelola gula darah dengan metode 5 J

Mo Mo si Gajah rayakan ulang tahun ke

Polres Ponorogo bangun tiga dapur SPPG dukung program MBG

Kepala BPOM jelaskan potensi pengembangan ATMP ke mahasiswa Beijing

Anggota Komisi XIII DPR RI dorong penguatan pengawasan industri AMDK

Anggota Komisi XIII DPR RI dorong penguatan pengawasan industri AMDK

Anggota Komisi VII DPR: Maksimalkan promosi wisata Kalbar lewat medsos